19 Desember 2009

Mengoperasikan Motor 3 Fasa Dengan Sistem Pengendali Elektromagnetik

Posted in Elektro tagged , at 2:49 pm oleh royers

Kali ini saya akan memberikan sedikit materi tentang bagaimana cara dan proses kerja System Kendali Elektromagnetik pada motor induksi 3 fasa. Tetapi sebelumnya terlebih dahulu kita perlu mengetahui cara kerja dari sebuah motor 3 fasa.

Cara kerja motor 3 fasa :

  • Motor 3 phasa akan bekerja/ berputar apabila sudah dihubungkan dalam hubungan tertentu.
  • Mendapat tegangan (jala-jala/ power/ sumber) sesuai dengan kapasitas motornya.

1. Motor 3 fasa bekerja dengan 2 hubungan yaitu :

a. Motor bekerja Bintang/ Star

Berarti motor harus dihubungkan bintang baik secara langsung pada terminal maupun melalui rangkaian kontrol.

Gambar 1. Hubungan Bintang/ Star (Y)


b. Motor bekerja segitiga /Delta (▲)

Berarti motor harus dihubungkan segitiga baik secara langsung pada terminal maupun melalui rangkaian kontrol. Kecuali mesin-mesin yang berkapasitas tinggi diatas 10 HP, maka motor tersebut wajib bekerja segitiga (▲) dan harus melalui rangkaian kontrol star delta baik secara mekanik, manual,  PLC.

Gambar 2. Hubungan Delta  ()


Dimana bekerja awal (start) motor tersebut bekerja bintang hanya sementara, selang berapa waktu barulah motor bekerja segitiga dan motor boleh dibebani.

Cara menghubungkan motor dalam hubungan bintang (Y) :


  1. Cukup mengkopelkan/ menghubungkan salah satu dari ujung-ujung kumparan phasa menjadi satu.
  2. Sedangkan yang tidak dihubungkan menjadi satu dihubungkan kesumber tegangan.

Cara menghubungkan motor dalam hubungan segitiga (▲) :

  1. Ujung pertama dari kumparan phasa I dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa III
  2. Ujung pertama dari kumparan phasa II dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa I
  3. Ujung pertama dari kumparan phasa III dihubungkan dengan ujung kedua dari kumparan phasa II.

Mengapa motor harus dihubungkan dengan Star – Delta???

  1. Beban dengan inersia yang tinggi/ besar akan menyebabkan waktu starting motor menjadi lama untuk mencapai kecepatan nominalnya.
  2. Selama periode starting tersebut, maka pada stator dan rotor akan mengalir arus yang besar sehungga bisa terjadi pemanasan berlebih (overheating) pada motor
  3. Lebih buruk lagi menyebabkan gangguan pada sistem jala-jala sumber listriknys sehingga akan menurunkan tegangannya. hal ini akan mengganggu beban listrik lainnya.
  4. Untuk menghindari hal tersebut, suatu motor induksi seringkali di start dengan level tegangan yang lebih rendah dari tegangan nominalnya.
  5. Pengurangan tegangan starting tersebut akan membatasi dayas yang diberikan ke motor, namun demikian disis lain pengurangan tegangan ini akan berdampak memperpanjang waktu/ periode starting (waktu yang  dibutuhkan untuk mencapai kecepatan nominalnya).

2. Rangkaian System Kendali Elektromagnetik Pada Motor Induksi 3 Fasa

Rangkaian sederhana dengan menggunakan kontaktor magnet yaitu mengontrol sebuah motor listrik. Pengontrolan oleh kontaktor magnet menggunakan 2 rangkaian yaitu rangkaian kontrol dan rangkaian utama. Peralatan kontrol yang digunakan dalam pengoperasianya yaitu, MCB 3 fasa, TOR (Thermal Overload Relay), sakelar tekan ON/ OFF dan kontaktor.

Rangkaian kontrol merupakan rangkaian yang mengendalikan/ mengoperasikan rangkaian utama, sedangkan rangkaian utama merupakan aliran hubungan ke beban (motor 3 fasa). Rangkaian utama menggunakan kontak utama (1-3-5 dan 2-4-6) dari kontaktor magnet untuk menghubungkan/ memutuskan jaringan dengan motor listrik. Karena arus yang mengalir pada rangkaian utama relaitf lebih besar daripada rangkaian kontrol, maka pada rangkaian utama dilengkapi dengan TOR (Thermal Overload Relay) atau pengaman beban lebih dari hubung singkat ataupun beban yang lebih.

Pada rangkaian kontrol, arus yang mengalir relatif kecil. Rangkaian kontrol dilengkapi dengan sakelar tekan NO untuk tombol NP dan NC untuk tombol OFF. Karena menggunak open.an tombol (sakelar) tekan, maka pada tombol ON dibuat pengunci (sakelar bantu) dari kontak bantu kontaktor yang normally open.

Gambar 3. Rangkaian System Kendali Elektromagnetik Pada Motor Induksi 3 Fasa


2. Rangkaian System Kendali Elektromagnetik Pada Motor Induksi 3 Fasa Hubungan Bintang Segitiga

Rangkaian daya hubungan bintangsegitiga menggunakan tiga buah kontaktor Q1, Q2, dan Q3 Gambar 4. Fuse F1 berfungsi mengamankan jika terjadi hubungsingkat pada rangkaian motor. Saat motor terhubung bintang kontaktor Q1 dan Q2 posisi ON dan kontaktor Q3 OFF. Beberapa saat kemudian timer yang disetting waktu 60 detik energized, akan meng-OFF-kan Q1, sementara Q2 dan Q3 posisi ON, dan motor terhubung segitiga. Pengaman beban lebih F3 (thermal overload relay) dipasangkan seri dengan kontaktor, jika terjadi beban lebih disisi beban, relay bimetal akan bekerja dan rangkaian kontrol berikut kontaktor akan OFF.

Tidak setiap motor induksi bias dihubungkan bintang-segitiga, yang harus diperhatikan adalah tegangan name plate motor harus mampu diberikan tegangan sebesar tegangan jala-jala (Gambar 4), khususnya pada saat motor terhubung segitiga. Jika ketentuan ini tidak dipenuhi, akibatnya belitan stator bisa terbakar karena tegangan tidak sesuai. Rangkaian kontrol bintang-segitiga (Gambar 4), dipasangkan fuse F2 untuk pengaman hubung singkat pada rangkaian kontrol.

Gambar 4. Rangkaian System Kendali Elektromagnetik Pada Motor Induksi 3 Fasa Hubungan Bintang Segitiga

Hubungan Bintang

Tombol S2 di-ON-kan terjadi loop tertutup pada rangkaian koil Q1 dan menjadi energized bersamaan dengan koil Q2. Kontaktor Q1 dan Q2 energized motor terhubung bintang. Koil timer K1 akan energized, selama setting waktu berjalan motor terhubung bintang.

Hubungan Segitiga

Saat Q1 dan Q2 masih posisi ON dan timer K1 masih energized, sampai setting waktu berjalan motor terhubung bintang. Ketika setting waktu timer habis, kontak Normally Close K1 dengan akan OFF menyebabkan koil kontaktor Q1 OFF, bersamaan dengan itu Q3 pada posisi ON. Posisi akhir kontaktor Q2 dan Q3 posisi ON dan motor dalam hubungan segitiga. Untuk mematikan rangkaian cukup dengan meng-OFF-kan tombol tekan S1 rangkaian kontrol akan terputus dan seluruh kontaktor dalam posisi OFF dan motor akan berhenti bekerja. Kelengkapan berupa lampu-lampu indikator dapat dipasangkan, baik indikator saat rangkaian kondisi ON, maupun saat saat rangkaian kondisi OFF, caranya dengan menambahkan kontak bantu normally open yang diparalel dengan koil kontaktor dan sebuah lampu indicator.

About these ads

25 Komentar »

  1. uki said,

    beri rangkumannya

    ok

  2. uki said,

    gambarnya kurang besar n jelas

  3. arsal_83 said,

    makasih bos, smoga bguna buat saya

  4. fajar adityara said,

    wah ini gambar udah cukup jelas . makasih yah . jadi juga saya uji kompetensi dengan rangkaian star delta .

  5. inu said,

    bisa ga dijelaskan cara mengetahui jenis kontaktor (amper kontaktor terhadap amper motor = Ith) yang ideal untuk dipakai dalam perancangan hubungan bintang segitiga diatas.

    • royers said,

      spesifikasi yang harus diperhatikan yaitu kemampuan daya harus sesuai dengan beban yang dipikul pada motor, tegangan, frekuensi dan arusnya.
      tpi untuk mengetahui kapasitas I untuk kontaktor terhadap beban dapat diketahui dengan rumus = 125 % x In. misalnya In motor 27,5 A. maka kontaktor yang harus dipakai th = 125 % x 27,5 = 34,37 A. maka dapat dipakai kontaktor dengan kapasitas I sebesar 50 A.

  6. hari prasetyo said,

    makasih yuph,,,
    tapi kurang lengkap bozz

    • royers said,

      terimakasih buat komentarnya…
      segera mungkin akan dilengkapi….

  7. gustaf said,

    salam kenal bos…..numpang copy paste neh buat artikelnya yang bagus banget…….

  8. budic said,

    anda benar…..!

  9. penjelasan dah lengkap, tp msh bingung..

    • royers said,

      pelan2 ja, ntr jga pasti lama2 ngerti kok….

  10. yohanis wawi said,

    terima kasih ya,,,cukup buat saya tetang penjelasannya..dari Kupang NTT

    • royers said,

      terimakasih kembali dh singgah di blog saya…
      salam kenal..

  11. efendi said,

    makasih bozzz mga bermanfaat. tp untuk aplikasi yang laenya mana…. kok cmak DOL dan START DELTA….

    • royers said,

      terimakasih buat komennya lae efendi, nanti kita lengkapi lagi…
      ^_^

  12. Ary said,

    stardelta

  13. muji pena said,

    jadi inget lagi nh…dah lama ga pegang,mtor 3 phse.

  14. imron said,

    Gambarnya dah bagus bos, Tolong beri penjelasan atau cara kerjanya.

  15. andri said,

    bos numpang baca,aku mau belajar lagi neh,kalau ada ilmu baru kasih tau ya

  16. deka said,

    sory boz ! gw kurang mngrti klw untk baca diagram wiring .
    klo bisa di gambar’n manual nya aja .
    biar mudah di phami .
    thank’s

  17. kharisun said,

    artkelX bgus, tp foto untuk hbungan DELTA agak membingungkan,,,,

  18. awe said,

    akan lbih amtap jka sbelum ke motor melewati TOL (Thermal Over Load) jd sbagai pngaman, bila over voltage so motor ga rusak

  19. septian Budiman said,

    info yang menarik mas =)

  20. sherrind said,

    thanks bozz buat artikelnya…
    cuma saran aja…tolong tampilkan sumbernya biar datanya valid…
    hehehe

    oh iya mau nanya, kenapa mesti harus ada star atau delta? beda keduanya apa? beda dari fungsi bukan dari rangkaian…

    oh iya poto delta-nya kurang ngerti, coba kabelnya seperti yang star jadinya kan jelas…hehehe


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: